RT di Jaktim Jadi Rujukan Nasional, Dirjen Turun ke Gang

Dirjen turun ke gang: RT 08 Malaka Jaya Jakarta Timur tampil sebagai contoh konkret pembangunan inklusif dan berkelanjutan dari akar rumput.

https://supersemarnews.com/rt-di-jaktim-jadi-rujukan-nasional-dirjen-turun-ke-gang/

RT di Gang Sempit Jakarta Timur Ini Jadi Rujukan Nasional

SUPERSEMAR NEWS | Jakarta Timur –
Sebuah gang sempit di jantung Jakarta Timur mendadak berubah menjadi ruang belajar nasional. Bukan karena proyek mercusuar bernilai miliaran rupiah, melainkan karena kerja sunyi warga di tingkat RT yang konsisten, terukur, dan berdampak nyata.

Dalam kurun tiga hari berturut-turutRT 08 RW 04 Kelurahan Malaka Jaya, Kecamatan Duren Sawit, menjadi magnet perhatian publik. Mulai dari yayasan sosialkomunitas disabilitas, hingga pejabat pemerintah pusat turun langsung ke lokasi.

Fenomena ini menegaskan satu hal penting: pembangunan berkelanjutan tidak selalu lahir dari gedung tinggi, tetapi bisa tumbuh dari gang kecil yang dikelola dengan visi besar.

Direktur Jenderal Perumahan Perkotaan berdialog langsung di gang RT 08 Malaka Jaya Jakarta Timur, menyerap praktik living laboratory lingkungan dan pembangunan inklusif berbasis warga.

Living Laboratory di Tingkat RT

RT 08 RW 04 Malaka Jaya yang digawangi Dr. Taufiq Supriadi telah lama dikenal sebagai living laboratory pemberdayaan warga. Konsep ini menjadikan lingkungan sebagai media pembelajaran langsung, bukan sekadar ruang tinggal pasif.

Melalui pendekatan berbasis komunitas, RT ini mengintegrasikan:

  • pengelolaan lingkungan,
  • edukasi perubahan iklim,
  • inklusi disabilitas,
  • serta penerapan Sustainable Development Goals (SDGs) secara nyata

Dengan kata lain, RT ini tidak hanya bicara konsep, tetapi menjalankan praktik.

Hari Pertama: Yayasan Sosial Turun Belajar

Kunjungan pertama terjadi pada Sabtu, saat Yayasan Al Iman Cipinang Elok membawa sekitar 40 peserta untuk belajar langsung pengelolaan lingkungan berbasis warga.

Ketua Yayasan, Ir. Imran, menilai pendekatan RT 08 sangat relevan untuk direplikasi dalam program pemberdayaan masyarakat.

Kami melihat ini bukan teori. Ini praktik nyata yang bisa ditiru dan dikembangkan,” ujarnya.

Model living laboratory ini bahkan dinilai mampu menjadi rujukan CSR berdaya guna, bukan sekadar formalitas laporan.


Gang sempit RT 08 Malaka Jaya Jakarta Timur disulap menjadi ruang belajar hidup (living laboratory), memadukan edukasi lingkungan, inklusi disabilitas, dan pemberdayaan warga berbasis komunitas.

Hari Kedua: Disabilitas Masuk Ruang Inklusi Nyata

Momentum penting terjadi pada Minggu, ketika sekitar 40 penyandang disabilitas dan pendamping dari komunitas Precious One berkunjung.

Ini menjadi kunjungan komunitas disabilitas pertama ke kawasan RT yang dikenal sebagai media pembelajaran pencegah krisis planet, sebagaimana tercatat di Google Maps “PENCEGAH KRISIS PLANET”.

Kunjungan ini diterima langsung oleh Ketua RW 04 Malaka Jaya, mewakili Lurah.

Ratnawati dari Precious One menegaskan bahwa inklusi di RT 08 bukan slogan.

Kami melihat lingkungan yang ramah, manusiawi, dan mendukung kemandirian penyandang disabilitas,” katanya.

Fakta menarik, kawasan ini telah mengantongi lebih dari 1.000 ulasan bintang lima, lengkap dengan ikon disabilitas, menandakan pengakuan publik digital terhadap praktik inklusif yang nyata.

Hari Ketiga: Dirjen Turun ke Gang

Puncak perhatian terjadi pada Senin, ketika Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman mengutus langsung Direktur Jenderal Perumahan Perkotaan, Dr. Sri Haryati, atas perintah Menteri.

Kunjungan ini bukan seremoni biasa. Dirjen hadir untuk melihat, menilai, dan belajar langsung bagaimana kebijakan nasional diterjemahkan di tingkat RT.

Turut hadir:

  • Kepala Dinas Perumahan Provinsi DKI Jakarta, Kelik
  • unsur kelurahan, kecamatan, hingga kota administrasi Jakarta Timur

Ini menandai pengakuan struktural negara terhadap inisiatif warga.

Inklusi disabilitas di RT 08 Malaka Jaya Jakarta Timur hadir nyata: dialog hangat warga dan penyandang disabilitas berlangsung di gang yang disulap menjadi ruang belajar lingkungan.

Apresiasi Pemerintah Pusat

Dalam pernyataannya, Dr. Sri Haryati menyampaikan apresiasi tegas.

Kami bangga melihat ada RT yang mampu mengimplementasikan SDGs dan Asta Cita langsung dari lingkungan terkecil masyarakat.

Menurutnya, inisiatif ini membuktikan bahwa:

  • kebijakan nasional bisa diterjemahkan ke level mikro,
  • program CSR harus dirasakan langsung manfaatnya,
  • dan pembangunan tidak selalu top-down.

Kepemimpinan di Tengah Penolakan

Namun, di balik sorotan positif, ada realitas yang tidak romantis.

Ketua RT 08, Taufiq, secara terbuka mengakui bahwa tidak semua warga mendukung seluruh programnya. Sebuah fakta yang kerap terjadi di tingkat akar rumput.

Tantangan terbesar adalah bertahan dan tetap bekerja meski tidak semua mendukung,” ujarnya.

Di sinilah letak kepemimpinan tangguh diuji. Bukan soal popularitas, melainkan konsistensi menjalankan program demi kepentingan jangka panjang warga.

Dari Penolakan Menuju Pembuktian

Alih-alih berhenti, RT 08 memilih membuktikan lewat hasil. Program yang dijalankan menunjukkan:

  • lingkungan lebih tertata,
  • warga lebih sadar krisis iklim,
  • ruang inklusi terbuka bagi semua,
  • dan kolaborasi lintas sektor berjalan.

Pendekatan ini sejalan dengan konsep community-driven development.

Target Berikutnya: Swasembada Energi dan Pangan

Tak berhenti di sana, RT 08 telah memancang target ambisius namun realistis:
swasembada energi dan pangan berbasis komunitas.

Langkah ini dirancang sebagai:

  • dukungan konkret terhadap SDGs,
  • implementasi Asta Cita Pemerintah,
  • serta sejalan dengan komitmen Pemprov DKI Jakarta “Jaga Jakarta”.

RT sebagai Miniatur Negara

Apa yang terjadi di RT 08 RW 04 Malaka Jaya menegaskan satu pelajaran penting:
negara yang kuat dibangun dari RT yang berdaya.

Kolaborasi warga, komunitas, dan pemerintah di level mikro mampu:

  • mencegah krisis lingkungan,
  • memperkuat ketahanan sosial,
  • dan menciptakan pembangunan inklusif yang berkelanjutan.

Gang Kecil, Dampak Nasional

Gang sempit di Jakarta Timur ini kini bukan sekadar jalan penghubung rumah ke rumah. Ia telah menjelma menjadi ruang belajar nasional, bahkan referensi internasional melalui platform digital.

RT 08 RW 04 Malaka Jaya membuktikan bahwa:

perubahan besar selalu berawal dari langkah kecil yang konsisten.

Dan ketika negara mau turun ke gang, sesungguhnya negara sedang belajar dari rakyatnya sendiri.***(SB)

SupersemarNewsTeam
Reporter :  R/Rifay Marzuki

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Tentang

Dr. Taufiq Supriadi adalah seorang ekonom, auditor, dan akademisi terkemuka Indonesia dengan lebih dari 28 tahun pengalaman dalam bidang pemeriksaan keuangan, kebijakan fiskal, dan pengembangan UMKM. Sebagai profesional multidisiplin, Ia menggabungkan keahlian dalam audit teknologi, strategi bisnis, dan kebijakan publik serta Hukum Lingkungan yang diampunya untuk mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan di tingkat nasional dan ASEAN. Portofolio ini merangkum perjalanan karier, pencapaian, dan kontribusinya dalam bentuk karya ilmiah, proyek strategis, dan inovasi kebijakan 

Posts Terbaru

Category

Dr. Taufiq S.
Ahli ekonomi & GIS, Auditor, Inovator Kebijakan Publik. Pemegang Kekayaan Intelektual (KI) atas inovasi Kolam Budidaya Ikan Double Decker di saluran U-Ditch, Tong Komposter, Media Pencegah Krisis Planet dan RTOnline. Saat ini mengembangkan praktik CSR berdaya guna untuk menghasilkan manfaat terukur bagi warga.

Privacy

Terms

Privacy Policy

Conditions

© 2023 Created By Arsyad