JAKARTA – Program Kata Ustadz dalam segmen “Sah Selalu Ada Hikmah” bersama Koh Dennis Lim kembali mengangkat profil tokoh luar biasa. Kali ini, perhatian tertuju pada Dr. Taufiq Supriadi, Ketua RT 08 RW 04 Malaka Jaya, Jakarta Timur, yang sukses menciptakan sistem pengelolaan lingkungan unik hingga diakui oleh dunia internasional.
Salah satu inovasi yang paling mencuri perhatian dalam dialog tersebut adalah pemanfaatan saluran air (got) menjadi kolam budidaya ikan konsumsi. Berbeda dengan kolam biasa yang mungkin menghambat aliran, Dr. Taufiq merancang sistem ini dengan sangat cerdas.
Teknologi Kolam Bertingkat yang Efisien Dalam penjelasannya, terungkap bahwa kolam budidaya ikan tersebut dikonsep menyerupai rumah bertingkat. Dengan konstruksi ini, fungsi utama parit tidak terganggu sama sekali; air irigasi atau drainase tetap bisa mengalir secara normal di bagian bawah, sementara bagian atasnya digunakan untuk budidaya ikan.
Selain desainnya yang futuristik, aspek kebersihan dan kesehatan ikan juga sangat diperhatikan. Air yang digunakan untuk mengisi kolam budidaya tersebut bukanlah air limbah got, melainkan air bersih yang bersumber dari sumur. Hal ini memastikan ikan yang dihasilkan berkualitas tinggi dan layak konsumsi, sekaligus menjadi media pembelajaran pencegahan krisis planet bagi warga.
Dampak Ekonomi dan Pengakuan Internasional Inovasi kolam bertingkat di atas parit ini menjadi salah satu materi yang membawa Dr. Taufiq diundang dan diwawancarai oleh CCTV China di Beijing. Dampak nyata dari program ini pun tidak main-main; warga yang sebelumnya tidak memiliki pekerjaan kini diberdayakan untuk mengelola kolam tersebut, sehingga membantu menekan angka pengangguran di tingkat RT.
Inspirasi dari Level Akar Rumput Kepada Koh Dennis Lim, Dr. Taufiq menekankan pentingnya menjadi solusi bagi lingkungan sekitar. “Masalah itu harus diselesaikan dari kita sendiri, dari tempat kita sendiri,” tegasnya. Melalui tayangan Kata Ustadz, ia menunjukkan bahwa dengan ilmu pengetahuan dan kemauan kuat, fasilitas umum yang tadinya terbengkalai bisa disulap menjadi aset produktif yang mengharumkan nama bangsa.




