Iconomics – Sejumlah inovasi seperti mengubah saluran beton (u-ditch) menjadi kolam lele, membangun komposter komunal, memasang lampu tenaga surya, CCTV, speaker TOA, penampungan air hujan, 45 program inisiatif hijau, dan memanfaatkan teknologi digital untuk mengatur operasional diterapkan di RT 8, RW 4, Malaka Jaya, Duren Sawit, Jakarta. Adapun penggagas inovasi itu yakni Ketua RT 8 RW 4 Malaka Jaya Taufiq Supriadi.
Taufiq mengatakan, inovasi itu dilakukan untuk berkontribusi bagi perkembangan lingkungan di Indonesia. Khususnya dari wilayah kecil, yang hanya memiliki ratusan penduduk.
Sebagai Ketua RT, kata Taufiq, pihaknya tergerak untuk menciptakan kondisi lingkungan yang asri, aman, dan nyaman bagi warga. Bahkan, karena inovasi itu, Taufiq mengaku telah diundang salah satu media Tiongkok, China Central Television (CCTV) untuk memaparkan seluruh program yang dijalankan.
“(Saya) 2 kali sebagai ketua RT, bukan siapa-siapa, tetapi sebagai ketua RT 8/RW 4 Malaka Jaya, kami diundang Tiongkok untuk wawancara di CCTV,” kata Taufiq dalam acara The Iconomics Social Business Innovation Forum 2025 di Gedung Aneka Bhakti Kemensos, Jakarta, beberapa waktu lalu.
Dalam kesempatan itu, kata Taufiq, pihaknya pun telah merancang 45 program pencegahan krisis planet. Bukan sekadar bangunan fisik, kata Taufiq, pihaknya berupaya membantu negara untuk membuat pusat data nasional pencegahan krisis planet. Data mengenai tanaman tersebut dikumpulkan dari warga yang diwajibkan untuk menanam minimal 3 tanaman.
“Bermula dari Tiongkok di 2012 yang lalu saya pernah ditanya, Indonesia ada tanaman produktif berapa? Tidak ada datanya. Di tempat ini, sudah ada 817 tanaman produktif dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. 157 warga, 1 orang mengumpulkan 3 tanaman,” ujar Taufiq.
Selain menjaga lingkungan, kata Taufiq, RT 8 memanfaatkan teknologi digital untuk mengelola data, dan menyebarkan informasi secara transparan. Melalui aplikasi daring yang dirancang, Taufiq berupaya membantu pemerintah Provinsi DKI Jakarta, dan warga untuk mengetahui anggaran operasional RT yang digunakan per bulan. Setiap bulan, uang operasional yang diberikan Pemprov DKI Jakarta sebesar Rp 2,5 juta.
“Jadi di aplikasi ini, kita mau bantu Gubernur (DKI Jakarta) untuk mempertanggungjawabkan laporan keuangan yang diberikan negara kepada kita,” katanya.

