JAKARTA, KOMPAS.com – Ketua RT 08 RW 04 Malaka Jaya, Duren Sawit, Jakarta Timur, Taufiq Supriadi, mengatakan, kolam lele di atas selokan bisa menghasilkan puluhan juta rupiah dari empat kali panen dalam setahun.
Saat ini di wilayahnya terdapat satu kolam lele yang mampu menghasilkan sekitar 800 kilogram ikan setiap panen.
Program kolam lele di atas selokan itu baru berjalan dua bulan dan akan memasuki masa panen pertama dalam satu bulan ke depan.
“Lele yang dipanen itu dijual Rp 25.000 per kilo, jadi kalau sekali panen bisa dapat Rp 20 juta. Kalau dalam satu tahun ada empat kali panen, dalam setahun bisa dapat Rp 80 juta satu kolam,” ujar Taufiq saat ditemui, Rabu (5/11/2025).
Taufiq tengah mempersiapkan dua kolam lele tambahan di atas selokan dengan panjang masing-masing 14 meter.
“Insya Allah kolamnya akan bertambah. Kami sudah menerima dana CSR lagi. Ada bantuan untuk dua kolam yang rencananya akan dibangun di depan salah satu rumah warga dan di depan kantor RW,” kata dia Untuk menjaga dan mengelola kolam lele itu, Taufiq memberdayakan warga yang telah pensiun atau belum bekerja.
“Tanda tangan kontrak tiga penjaga, jadi kerja di sini, buat mengelola dan menjaga kolam ikan lele 14 meter ini,” ungkap dia. Ketiga penjaga itu juga telah mendapatkan pelatihan dari Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) agar ikan tetap sehat dan tumbuh optimal.
Hasil panen tidak sepenuhnya digunakan untuk operasional, tetapi juga dibagikan untuk kepentingan warga. “Kelompok tani itu dapat Rp 2 juta, pemilik rumah yang kebetulan kolam dapat Rp 400.000, kas RT dan RW Rp 400.000, koordinator kolam Rp 720.000, dan dua penjaga kolam Rp 6,4 juta,” ujar Taufik.

